CINTA TANPA BATAS

ARNAIM.COM | CINTA TANPA BATAS - Sebuah renungan untuk kita, tentang cinta orang tua kepada anaknya. Sebagai seorang anak tentunya kita harus berbakti kepada orang tua. Ridho orang tua adalah salah satu jalan menuju syurga. Begitu pun tanpa ridhonya apa lah daya kita, jika menjadi anak yang durhaka, naudzubillah min dzalik.
ARNAIM.COM - CINTA TANPA BATAS
ARNAIM.COM - CINTA TANPA BATAS

CINTA TANPA BATAS

Apa yang membuat orang tua kita mampu menanggalkan lelah, menanggalkan rasa sakit bahkan menanggalkan gengsi dan harga dirinya demi anak-anaknya di rumah? 
Jawabanya hanya singkat yaitu "CINTA".

Jika orang tua tidak memiliki cinta yang tulus tidak mungkin ia mampu berjuang mati-matian di demi kita, anak - anaknya.

Rasa lelah beliau tanggalkan, rasa sakit tak beliau hiraukan, bahkan gengsi dan harga diri tak lagi beliau pikirkan, demi apa?
Demi suapan rezeki halal yang sampai ke mulut kita.

Demi apa? 
Demi lembaran rupiah untuk biaya kita dalam menuntut ilmu pengetahuan dibangku sekolah kita.

Tidak mungkin beliau mampu penuh semangat menjelajah hutan, berangkat semangat, pulang penuh dengan onak & duri rotan di tangan.

Tak mungkin beliau mampu bertahan penuh semangat menggali parit sambil mearit sakit, bukan hanya pusing atau pilek tapi dalam balutan malaria tropika yang bila kambuh para tenaga medis pasti tahu bagaimana bahayanya, dan disaat seperti itu mereka tetap berjuang.

Demi apa? 
Demi mempertahankan ke lima putra putrinya tetap duduk manis di bangku sekolah untuk menuntut pengetahuan bekal masa dewasanya.

Beliau bertahan karena merasa memiliki tanggung jawab besar untuk kebutuhan anak-anaknya.

Beliau bertanggung jawab atas biaya hidup anak - anaknya.

Cinta yang tulus mampu mengorbankan segalahnya dan Nyawa pun dipertaruhkan untuk anak-anak tercinta, meski itu tidak beliau ucapkan.

Tapi.....

Apa balasan kita?

Apa abdi terbaik yang sudah kita berikan?

Apa yang saat ini kita berikan saat beliau membutuhkan kita?

Butuh sekedar kita temani ngobrol, butuh sekedar di jenguk, butuh sekedar mendapat perhatian.

Memang mungkin beliau ada salah, tapi apakah salah beliau itu mengalahkan jasa yang telah beliau tanamkan dalam diri kita.

Anggap kesalahan yang beliau lakukan ke kita, itu adalah paku tajam yang beliau tancapkan dalam tubuh kayu agar mampu menjadi meja atau kursi yang kokoh.

Anggap kesalahan bicara beliau itu adalah motivasi ekstrim yang Alloh kirimkan untuk kesuksesan kita.

Ingatlah kesalahan maka kamu akan selalu dalam kesalahan.

Ingatlah kebaikan niscaya hidupmu akan diliputi kebaikan.

Mumpung waktu dan nafas kita dan waktu serta nafas beliau masih disisa kan oleh Alloh, mari perbaiki semuanya.

Orang tua tidak berharap emas segunung untuk membalas kebaikan mereka, karena mereka yakin kita takkan mampu tuk ikhlaskan ya.

Beliau hanya minta kita berbhakti, khidmah pada beliau bukan untuk kenyamanan beliau, tapi lebih kepada agar kita anak-anak beliau tidak menjadi anak yang durhaka pada orang tua.

Salam hormat sungkem kagem sedoyo mawon.

Penulis:
Achmad Sahid Jatmiko