JURUS TAWAKKAL

JURUS TAWAKKAL - Tawakkal berasal dari kata bahasa Arab, wakala, wakkala, tawakkala, wakil yang artinya mewakilkan, menjadi wakil, wakil. Berarti kita mewakilkan urusan kita pada sesuatu/seseorang yang kita percaya.

Kalau kita memahami pengertian dan konsep Tawakkal ini, maka PASTI hidup kita akan tenang. Karena kita punya sandaran atas segala urusan. Sekarang tergantung kitanya nih, mewakilkannya pada apa / siapa ?

Kalau terbiasa resah, gelisah dan galau berarti ada masalah dengan Tawakkal/kepasrahan kita. Berarti kita banyak menyandarkan sumber ketenangan hidup pada selain Allah Satu-satunya Dzat yang maha mampu melakukan segalanya.

Apa sih konsep tawakkal itu?

Konsep Tawakal yaitu:

1. Tawakal ini masalah akidah

Orang yang imannya kuat percaya ada Allah yang tidak saja mengawasi namun juga Maha Pengasih, Maha pengatur, Maha mampu melakukam segalanya, senantiasa memberi kita nikmat. Allah yang mengusik batin dan mengilhamkan kita untuk berbuat sesuatu, Allah juga yang akan menolong. Kalau kita yakini ini, kita akan ridha mewakilkan segala urusan hidup kita pada Allah semata.
Bila kita bertawakkal pada selain Allah namanya syirik. Mungkin saja kita tidak menyimpan benda/jimat, namun sikap tawakkal kita yg bersandar penuh pada selain Allah berarti sudah masuk pada kesyirikan.

2. Wajib bertawakkal hanya kepada Allah

Ikhlas dan tawakkal ini amalan hati. Tak nampak. Yang tahu hanya diri kita sendiri dan Allah.
Sabar, Syukur, Tawakal, Ikhlas, ini latihannnya setiap saat harus terus menerus.

3. Tawakkal tidak berkaitan dengan Sebab Akibat

Tetapkan dulu ikhtiar yang sempurna kalau mau hasil yang sempurna. Saat yang bersamaan, kita pasrah pada Allah apapun hasil yang Allah Tetapkan.
Bila kita ingin pergi ke Bogor, lalu menunggu di pinggir jalan Jakarta menuju Bogor, tidak cukup hanya berdoa sepenuh hati "Ya Allah, hamba ingin ke Bogor mohon dimudahkan ya Allah.." Lalu ada bus jurusan bogor lewat, kitanya diam saja. Tidak akan bisa sampai ke bogor dengan menambah sedekah, dhuha dan tahajjud, bahkan puasa Daud. Lalu menyalahkan Allah kenapa kita kok ga sampai juga ke bogor Kenapa?Karena ada ikhtiar yang kurang Yaitu menyetop dan menaiki bisnya sambil membaca doa. Kalau ternyata kita sudah melakukan ikhtiar dengan maksimal namun tidak sampai ke bogor, berarti itu terjadi sepenuhnya kehendak Allah (Taqdir).
Pendapat Al Imam al Ghazali :
"Keadaan orang yang bertawakal pada Allah adalah seperti keadaan bayi dengan ibunya. Bayi tidak pernah mengetahui yg lain, serta tdk pernah menyerahkan urusannya kecuali pada ibunya. Ibulah orang yang pertama kali dia bayangkan ketika terpikir tentang manusia lain"
Orang yang Tawakkal, pasrah pada ketentuan Allah... harusnya seperti bayi pada ibunya.. Betul-betul tak pernah protes mau dikasih makanan apa dan bagaimana.

4. Zat yang ia tunjuk sebagai wakil, tidak akan menghianati

Haruslah Zat yang ia percayakan untuk mengurus masalah rezekinya, hidup matinya betul-betul yang mumpuni.

5. Zat yang jadi wakil yang diyakini akan memberi perhatian penuh.

Allah tidak tidur, Allah mengurus makhlukNya dari yang berukuran sangat kecil hingga yang berukuran sangaat besar. Tak pernah meleset, semua dalam takaran yang pas.
Hasbunallah wa nikmal wakil. Cukuplah Allah sebagai wakilku.

 قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚوَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal." QS At Taubah : 51

 رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

(Dia-lah) Tuhan masyriq dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (QS Al Muzzammil : 9)

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (QS Ali Imran 159)
Bagi siapa saja dari kita yang rajin mengerjakan sunnah setelah menunaikan yang wajib, baca Al Quran..dst maka di Hadist Qudsi disebutkan Allah akan mudahkan hidupnya. Allah jadi tangannya saat bekerja, jadi matanya saat melihat, jadi kakinya saat melangkah. Hidupnya akan dimudahkan, dan rezeki akan datang terus dari sumber yang tak disangka-sangka.

Rasulullah Saw bersabda,
" Jika kalian benar-benar tawakal kepada Allah, Sungguh Allah akan memberikan rizki kepada kalian, sebagaimana Allah telah memberikan rizki kepada burung. Burung itu pergi dengan perut kosong dan kembali ke sarangnya dengan perut penuh makanan." (HR Al Hakim)
Karena kita telah mewakilkan urusan kita pada Allah. Curhat itu hanya pada Allah, karena dia yakin sumber solusinya hanya pada Allah saja. Apapun hasil yang Allah berikan kepada kita, terimalah dengan lapang dada.

Orang yang Yaqin itu kerjanya pasti Optimal

Allah SWT berfirman,

 وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖوَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS At Taubah : 05)

So...
Tata keyaqinan kita kepada Allah..
Perbaiki dan perbanyak amal...
Husnudzon sama Allah...
Maksimalkan Ikhtiar...
Optimalkan do'a...
Hasilnya, Pasrahkan semuanya kepada Allah SWT....

Semoga bermanfaat dan tetap semangat tuk menggapai kebahagiaan duni akhirat. Aamiin.