Jangan Pernah Merasa Sudah Baik !

Wahai diri, jangan pernah merasa sudah "Baik"! walaupun kita selalu sholat 5 waktu serta tepat pada waktunya dan berjama'ah.
Wahai diri, jangan pernah merasa sudah "Baik"! walaupun kita bersedekah setiap hari.
Wahai diri, jangan pernah merasa sudah "Baik"! walaupun hari-hari kita sudah kita lewati dengan memberi nasehat dan teguran kepada orang lain yang berbuat salah.
Wahai diri, jangan pernah merasa sudah "Baik"! walaupun kita sudah pakai jubah, (imamah) bersorban, dan menutup aurat dengan sempurna.
Wahai diri, jangan pernah merasa sudah baik "Baik"!
walaupun setiap malam kita bangun untuk sholat Tahajjud, Witir, Hajat dan amalan sunnah lainya.
Wahai diri, jangan pernah merasa sudah "Baik" walaupun hari-hari kita ke masjid atau musholla untuk beribadah dan menambah ilmu.
Wahai diri, jangan pernah merasa sudah "Baik" walaupun setiap saat kita update status berunsur nasihat dan dakwah disemua akun sosmed kita.
Wahai diri, jangan pernah merasa sudah "Baik" walaupun setiap saat kita menolong orang lain.

Allah Swt berfirman dalam al-Quran, surah an-Najm ayat 32:
فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ اتّٓقٓى
"Janganlah kamu menganggap diri kamu suci (orang baik) karena Allah-lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa.
Sayyidah Aisyah radhiyallahu Anha pernah ditanya orang "Siapakah orang yang buruk???,,," dijawab oleh Beliau "yaitu orang yang merasa dirinya baik".
Beliau ditanya lagi "Siapakah orang yang baik???,,,", maka dijawab "yaitu orang yang merasa dirinya buruk".
So,,,
JANGAN pernah merasa diri kita LEBIH BAIK dari pada orang lain.
Karena kita takkan pernah tahu dimanakah dan kapankan HATI kita ini IKHLAS dalam melakukan amalan-amalan soleh, menasehati orang lain, sedekah, serta beramal ibadah yang lainya yang bakal diterima oleh Allah Swt.
Kita tak tahu amal manakah yang Allah Swt terima.
Mari letakkan selalu diri kita dalam keadaan :
"Aku banyak kekurangan dan kelemahan, semua orang lain lebih baik dari aku karena hati manusia masing-masing hanya diketahui Allah Jalla Wa Ala".

"Akulah yang paling buruk dikalangan manusia. Aku sedang perbaiki diriku dan mencoba bantu orang lain untuk menjadi lebih baik".


Karena Allah hanya memandang tepat pada hati hambaNya. Tidak merasa diri sebagai orang baik hendaklah selalu ada hingga menghembuskan nafas yang terakhir.
Mari, laksanakanlah sesuatu kebaikan hanya karena mengharapkan ridho dari Allah Swt. Karena orang yang terus beramal sambil memperbaiki dan memeriksa niatnya, hatinya akan dibimbing oleh Allah Swt.
Dengan cara seperti ini, kita akan melatih diri kita sendiri untuk senantiasa bersifat Tawadhu' dan menjauhkan diri dari penyakit takabbur.
Di samping itu, kita senantiasa berusaha memperbaiki diri sendiri serta orang lain dengan kelembutan dan kasih sayang.
Jangan pernah bosa memaksa diri dan mengajak orang lain tuk senantiasa berniat baik, berbuat baik dan selalu baik sampai kita mendapatkan akhir hidup yanv paling baik (Husnul Khatimah).
Semoga bermanfaat dan terus semangat tuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bersama Alloh Kita Pasti Bisa & Pasti Ada Solusi!!!