Jika Kamu Ingin Bahagia...

Designed by Alfy
Sahabatku,,,
Sebenarnya, kita seorang Muslim itu, tidak pernah tidak bahagia, apa pun kondisi dan situasi yang sedang kita hadapi. Hal ini karena seorang Muslim memiliki frame berpikir tauhid (mengesakan Allah SWT) dan orientasi kebahagiaan hidup di akhirat yang sangat kuat, sehingga sangat sulit mereka bisa lupa akan keadilan dan kasih sayang Allah SWT terhadap setiap hamba-hamba-Nya yang beriman.

Namun jika ada seorang Muslim mengaku kurang bahagia, sedih dan galau pasti ada sesuatu yang bermasalah dalam dirinya, khususnya masalah iman dan keyakinanya kepada Allah SWT.

Mengapa seorang Muslim hidupnya terasa sangat berat, seolah sempit dadanya, sesak nafasnya dan hidup penuh dengan ketidak bahagiaan?

Itu bukan karena mereka benar-benar tidak merasa bahagia, tetapi karena mereka boleh jadi tidak mengerti dan tak mengenal Allah SWT. Mereka jauh dari Allah SWT. Kalau kita dekat sama Allah SWT, maka kita akan terus mendapatkan ketenangan dan kebahagian hidup yang Allah janjikan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya.

Ada Empat hal yang bisa kita lakukan agar kita bisa semakin dekat dengan Allah SWT:


1. Banyak Bersyukur kepada Allah SWT

Bagaimana mungkin seorang Muslim itu gelisah dan tidak bahagia hidupnya. Padahal, nikmat Allah mengalir dalam diri dan keidupannya dengan begitu deras dan tak pernah henti. Mari kita terus mengingat-ingat setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Karena Allah telah memberikan nikmat-Nya kepada kita dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki kita. Allah SWT juga menegaskan bahwa nikmat Allah terhadap diri kita tak bisa dihitung jumlahnya.
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS: Ibrahim [14]: 34).
Oleh karena itu, marilah kita berpikir dan merenung, sungguh Allah sangat memuliakan hidup kita. Bahkan, jika kita bersyukur sedikit saja misalnya, maka Allah sudah menyediakan buat kita tambahan nikmat yang sangat luar biasa. Sebaliknya, jika kita tidak bersyukur maka kehidupan kita akan semakin sempit, susah dan sulit.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS: Ibrahim [14]: 7)
2. Berprasangka Baik Kepada Allah SWT

Siapa di muka bumi ini orang yang hidup tanpa masalah???,,, Semua orang memiliki masalah, tetapi Muslim yang baik tidak akan resah karena masalah, meskipun seolah-olah masalah itu sangat berat dan sangat membebani kehidupannya.
Pada umumnya, orang sangat tidak mau dengan yang namanya masalah. Tetapi mau tidak mau hidup pasti akan berhadapan dengan masalah. Lantas bagaimana jika masalah itu terasa seolah sangat menyiksa diri kita???,,, Tidak ada cara lain kecuali kita harus tetap berprasangka baik kepada Allah. Karena Allah mustahil menzalimi hamba-Nya.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS: Al-Baqarah [2]: 216).
Terus bagaimana jika ternyata doa yang kita panjatkan kepada Allah Ta’ala seolah tak kunjung terkabulkan, tetaplah berprasangka baik dan jangan berhenti berdoa kepada-Nya.

Syeikh Ibn Atha’illah dalam kitabnya “al-Hikam”menuliskan bahwa, “Tidak sepatutnya seorang hamba berburuk sangka kepada Allah akibat doa-doanya belum dikabulkan oleh-Nya. Dan sebaiknya bagi hamba, yang tidak tahu apa yang akan terjadi atas dirinya esok hari, segera melakukan introspeksi diri.”

Jika syukur dan husnudzon billah telah bisa kita lakukan, tahap berikutnya adalah membuang jauh sifat buruk sangka terhadap sesama. Karena buruk sangka terhadap sesama tidak memberikan dampak apa pun kecuali diri kita akan semakin terperosok dalam keburukan-keburukan. Oleh karena itu Islam sangat melarang umatnya memelihara sifat buruk tersebut.

“Jauhilah oleh kalian berprasangka (kecurigaan), karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan.” (HR. Bukhari).

Jadi, sangat rugi kalau kita sampai membiarkan prasangka buruk bersarang dalam dada dan kepala kita. Karena selain tidak memberi manfaat positif, tanpa kita sadari, dosa kita justru terus bertambah dan hati kita semakin buruk serta mental kita juga akan semakin jatuh. Naudzubillah min dzaalik.

3. Sabar Dalam Ikhtiar

Allah telah menetapkan suatu ketetapan (hukum) dalam kehidupan ini, di antaranya adalah hukum proses. Dimana sukses seseorang dalam hal apa pun tidak bisa dicapai secara instan, perlu waktu, kerja keras, konsentrasi dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Untuk itu, sabarlah dalam ikhtiar. Jangan berpikir ingin cepat berhasil, apalagi kalau sampai menabrak rambu-rambu syariat. Lebih baik sabar, karena kalaupun hasil belum tercapai, setidaknya jiwa kita tenang, dan keyakinan akan pertolongan Allah akan datang semakin kuat.
Bahkan Allah akan senantiasa menyertai dan mencintai kita karena kesabaran kita. Sayyidina Umar bin Khaththab berkata, “Dengan kesabaran, kita tau makna hidup yang baik.”

4. Tawakkal kepada Allah SWT

Akan tetapi, bagaimana jika ternyata harapan dari upaya dan pengorbanan yang kita lakukan tidak membuahkan hasil???,,,,
Tawakkal (pasrah) saja kepada Allah. Karena yang paling mengerti mana yang terbaik buat hidup kita hanyalah Allah bukan diri kita sendiri. Oleh karena itu, perkuatlah ketawakkalan kita kepada Allah Ta’ala.
Al imam Ibnu Hajar Al Asqolani berkata,“Tawakkal yaitu memalingkan pandangan dari berbagai sebab setelah sebab disiapkan.” Artinya, sebab bukanlah penentu, tetapi Allah Yang Maha Menentukan.

Dengan empat langkah ini, insya Allah kita akan semakin dekat dengan Allah Swt sehingga selamat dari tipu daya setan dalam menjalani kehidupan sementara di dunia ini. Bahkan Allah akan senantiasa melindungi kita dan menambah kasih sayang-Nya kepada kita karena kita memang berharap hanya kepada-Nya dengan selalu bersyukur, berprasangka baik terhadap-Nya juga terhadap sesama, bersabar dan bertawakkal.

Semoga bermanfaat dan terus semangat tuk menggapai kehidupan dunia sampai nanti di akhirat.